Popular Post
Loading...
Minggu, 28 April 2013

Satu Wanita Satu Kota - Langsa Part II

14.48

Dengan bergegas, Ryan menarik kertas itu dari tangan sang pelayan. Kemudian memberikannya kepada Sony. pelayan itu pergi sambil tersenyum geli pada mereka berdua.

“Coba kau baca dulu itu Son”. Perintah Ryan agar Sony melihat isi di balik kertas itu.

Sony kegirangan melihat sebuah tulisan nomor handphone yang tertera di kertas itu. Sony juga melihat ada tulisan di bawahnya menyerukan “08222xxxxxxx please call me”.

Ryan terperangah melihat salah satu perempuan di sana memakai jilbab, satunya lagi tidak. Walaupun ia tidak melihat isi kertas itu, namun ia pernah melihat kejadian seperti ini dalam film-film hollywood yang berkonteks Remaja atau Bimbingan orang tua.

Yan, pucuk di cinta ulam pun tiba”. Sony kegirangan, selanjutnya ia memilih mana yang pantas untuknya dan untuk temannya Ryan.

“Oi Yan”. Sony menyadarkan temannya.

“Eh, iya Son”. Ryan tersadar dari lamunannya akan film-film remaja.

“Kau pilih yang mana dulu ni?”.

Aku yang itu Son, yang pakai jilbab itu”.
Sony memahami selera temannya itu yang menyukai perempuan berjilbab. Ternyata kau sukanya yang seperti itu Yan?”. Tanya Sony.

“Iya lah, walaupun cuma untuk misi SWSK. Tapi biar kau tahu Son, mencari yang terbaik itu harus”. Tegas Ryan.

“Lah, kalau kau mau nyari istri nanti saja lah Yan”. “Ingat! satu wanita satu kota, gak mungkin nanti kau nikahi semuanya”. Sony mengingatkan kembali temannya.

Ryan tidak mau berdebat soal itu. Baginya untuk pertama kali datang ke Aceh, minimal bisa kenal dengan perempuan yang menjunjung tinggi Syari’ah Islam, apalagi di kota Serambi Mekah ini.

Saat ini yang perlu kita lakukan mendatangi mereka Son”. Tantang Ryan.

“Oke syapa takut”. Sony seolah sudah siap beraksi.

Sony dan Ryan lekas beranjak menuju meja ketiga perempuan itu. Dengan sangat welcome dan ramah, kedua perempuan itu mempersilahkan mereka duduk.

Ryan tersenyum sambil melihat ke arah perempuan yang memakai jilbab itu. Perempuan itu juga membalasnya sekaligus melihat ke arah Ryan. Sepertinya mereka berdua telah memiliki satu aliran listrik, berikatan satu kesatuan.

Mereka berempat bercanda tawa. Bercerita dan berbaur untuk saling mengenal lebih jauh. Ryan sedikit canggung dan sangat memperlihatkan rasa sukanya terhadap Bunga, nama perempuan yang memakai jilbab. Bunga hanya terdiam dan tertawa begitu saja oleh kelucuan canda tawa dari beberapa temannya.

Bunga juga sepertinya menunjukkan lampu hijau kepada Ryan. Ia berkali-kali melihat ke arah tangan Ryan yang ternyata sedang menggenggam sebuah handphone. Ia mengisyaratkan tanda untuk bertukaran nomor. Ryan langsung mengerti dan bertanya pada Bunga nomor handphonenya. Setelah bertukaran, selanjutnya mereka ngobrol tentang persamaan-persamaan antara keduanya.

Dinginnya malam, suasana remang, dan pemandangan glamour di sekitar warung terasa sangat meriah bagi remaja yang sedang bercengkrama. Selang beberapa jam, Ryan dan Sony terkejut bahwa ternyata malam sudah kian larut. Mereka berterus terang kepada kedua perempuan itu, mereka akan segera melanjutkan perjalanan. Kedua perempuan yang sebenarnya telah menjadi gebetan itu tampak kecewa.
Bunga tersenyum kepada Ryan, ia menunjukkan ke arah handhonenya agar selalu dilihat dan segera menghubunginya.
***

Misi SWSK berhasil. Di dalam mobil, Sony dan Ryan menunjukkan taringnya masing-masing. Ternyata Sony juga telah bertukaran nomer handphone dengan perempuan bernama Ipah, menurutnya Ipah lebih cantik dan gaul bersetelan modis dibandingkan Bunga yang memakai jilbab.

***

Dari sela-sela perbincangan di warung remang, Ipah sepertinya mencoba mengetik sms pertamanya untuk Sony. Bunga melihatnya dan mencoba mengerti bahwa temannya itu tengah kasmaran dalam kerinduan. Namun, Bunga juga sepertinya sedang menunggu balasan sms dari Ryan yang tadi duluan mengirim pesan padanya.
***

Setelah bermalaman di sebuah motel di tepi jalan lintas Medan-Banda Aceh, Ryan dan Sony terlihat sedang memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil. Suasana pagi menjelang siang yang masih adem dan cuaca kelam yang menandakan petanda hari baik, pikir mereka berdua. Mereka melanjutkan perjalanan dengan hati yang  berbunga-bunga, oleh sebab babak pertama kemarin misi SWSK  dinyatakan berhasil. 

Bagaimana dengan babak selanjutnya?




Enhanced by Zemanta

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer